
Tahukah kamu, banyak hal luar biasa yang dilakukan orang (yang dikatakan orang tidak mungkin) kerna orang tersebut tidak tahu bahwa yang dia lakukan itu tidak mungkin.
Ada sebuah contoh begini:
Ada seorang pemuda yang ketika pelajaran matematik di sekolahnya dia tertidur sampai pelajaran tamat. Begitu dia terbangun, dia melihat dua buah soalan matematik tertulis di papan tulis. Lalu dia catat dua soalan tersebut dalam bukunya, dengan fikiran bahwa itu adalah homework yang harus dibuat.
Maka mulalah dia mengerahkan dayanya untuk menyelesaikan soalan itu, sehari, dua hari, sampai seminggu, dan bertemu lagi dengan guru matematik itu semula.
Dia serahkan hasil pekerjaannya itu kepada gurunya dan dia memberitahu bahwa dia hanya boleh selesaikan hanya satu soalan, dan dia sangat menyesal.
Tahukah Anda, gurunya itu tertegun. Dua soalan yang dia tulis di Papan hitam itu adalah dua soalan yang menurut dia tidak mungkin boleh dipecahkan, dan itu sudah dia katakan kepada murid-murid lainnya.
Tapi pemuda ini, kerna tidak tahu bahwa soalan itu tidak mungkin dipecahkan, maka dia berusaha memecahkannya.
Intinya, dia tidak membatasi dirinya dengan informasi yang akan membatasinya. Berbeza dengan murid lainnya, yang sudah diberi tahu bahwa itu tidak mungkin, sehingga mereka membatasi dirinya untuk tidak mengerjakan soalan tersebut.
Jadi, ’susah, tidak mungkin, pelik’ itu adalah kata-kata yang membatasi kita untuk berbuat lebih. Padahal Tuhan menciptakan kita hampir tanpa batasan kemampuan.
KHALAQNAL INSAANA FII AHSAANI TAQWIIM. Manusia tercipta dalam ke-Ihsanan yang sempurna. Tapi, TSUMA RADADNAAHU ASFAALAA SAAFILIIN, kemudian manusia pula atas pilihan hidupnya, menurunkan kemampuannya dengan membelenggu diri dalam keterbatasannya sendiri-sendiri.
Ihsan adalah berbuat tepat, alasan, dengan standard yang telah ditetapkan. Ia terukur, terstruktur, dan terstandardkan.
Maka, buanglah segala keterbatasan kita, pikiran-pikiran yang membatasi, kata-kata yang membatasi, untuk membuka peluang ke arah Ihsan.
Selamat Berjuang Kawan






No comments:
Post a Comment